AFA

Au Pair, FSJ, und Ausbildung aus Indonesien

Au Pair, FSJ, Ausbildung aus Indonesien

  • AFA butuh dukungan kalian!!

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Mari Support AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Ayo Dukung AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • AYO DUKUNG AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Ayo Dukung AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

Posts mit dem Label kuliah di Jerman werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label kuliah di Jerman werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Donnerstag, 6. September 2018

Kesempatan untuk lanjut kuliah S2 setelah Aupair

Halli Hallo! Saya mau berbagi sedikit pengalaman saya dalam proses perubahan visa dari Aupair ke student. Lho, memang bisa setelah Aupair kuliah? Jawabannya pasti bisa, KALAU semua persyaratan lengkap dan bisa dibuktikan. Karena saya sudah mendapatkan gelar bachelor of engineering dari Indonesia tercinta, maka dalam kasus ini saya menjelaskan proses pencarian kampus, pendaftaran dan application untuk visa baru sebagai Master's student.

1. Kalian harus baca baik-baik Zulassungsvoraussetzung atau kriteria penerimaan dari jurusan yang akan kalian lamar. Satu universitas disini bisa memiliki peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda untuk setiap fakultas. Jadi silahkan dibuat checklist untuk setiap persyaratan yaa.

2. Karena saya mengambil program dalam bahasa jerman, jadi saya membutuhkan sertifikat C1 dari Goethe, DaF, DSH atau TELC. Saya memilih TELC karena proses ujiannya tidak terlalu berbeda seperti IELTS yang pada kala itu saya baru ambil tiga minggu sebelum TELC. Untuk informasi lebih lanjut bisa dicek disini:

Hochschulzugang
ielts


Untuk biaya TELC pada tahun 2017 yaitu 170 Euro dan IELTS 220 Euro. Jika kalian merasa ingin mengikuti les Prüfungsvorbereitung untuk TELC maka sekolah bahasa ini bisa saya sarankan berdasarkan pengalaman saya sendiri:

3 Setelah itu jangan lupa dicek apakah degree kalian diakui di Jerman dengan mengunjungi website berikut (kecuali Baden-Württemberg dan Bayern, setahu saya mereka memiliki institusi sendiri untuk tugas tersebut).

Hochschulabschluss Anabin

4.Setelah diketahui kalau kalian berhak kuliah disini (jika degree kalian ada di list anabin), maka kalian bisa mengirimkan semua berkas lamaran ke universitas langsung atau ke Uniassist. Apa itu uni assist ? Silahkan kunjungi website ini untuk info lebih lanjut:

Uniassist

PS: kalau nama kampus atau degree kalian tidak ada di anabin databank maka kalian harus kontak kampus kalian dan berusaha keras untuk membuat nama kampus dan degree kalian tercantum di anabin. Video dari mbak cantik dan baik ini sangat membantu lho!:

5. Setelah selesai dengan fase admission ke universitas, jangan senang dulu. Ada baiknya kalau kalian langsung mengurus dokumen-dokumen penting untuk visa study kalian. Yang cukup penting adalah memikirkan bagaimana kalian bisa menunjukkan pada Behörde kalau kalian bisa membiayai kuliah kalian. Kemungkinan: menabung sampai ada kurang lebih 8640 Euro dalam bank account kalian, mencari seseorang yang percaya pada kalian dan mau menjadi sponsor kalian (membuat Verpflichtungserklärung) *aku tidak tahu apakah seseorang ini harus orang jerman atau tidak, dan cara-cara lain yang aku belum pernah coba. Silahkan baca link-link super bermanfaat berikut:

Cara membuat blocked account

Studi di Jerman setelah Au Pair

6.Selamat apabila kalian sudah diterima. Mau mencari tambahan uang bulanan? Kenapa tidak mencoba Deutschland Stipendium?! Syarat mudah dan per bulan kalian bisa mendapatkan 350 Euro (lumayan untuk bayar kamar). Contoh persyaratan yang harus dikirim baca disini:

Displaying 20161015_104612.jpgDeutschland Stipendium

Kesimpulan dari tulisan ini: ada banyak jalan ke Roma, kalau kalian melakukan segalanya dengan motivasi yang berapi-api dan sabar akan proses yang tidak tentu berapa lamanya. Kuliah setelah Aupair itu sangat mungkin. Salam semangat dan jangan menyerah!

Written by: Candra Hasannudin
Share:

Donnerstag, 26. Juli 2018

Finanznachweis: Bukti Keuangan Selama Studi di Jerman



„Katanya kuliah di Jerman butuh duit 8040 Euro ya? Kok banyak amat, katanya kuliah di Jerman gratis, lantas itu duit 8040 Euro buat apaan? Ada ga sih caranya biar tetep bisa kuliah di Jerman tanpa pake duit 8040 Euro di rekening?“.

Saking banyaknya yang nanya kayak gini, maka izinkan aku ya admin grup buat bikin dokumen ini, biar yang mau nanya-nanya tentang 8040 Euro atau Verpflichtungserklärung bisa baca langsung buka dokumen ini.

Q: Apakah studi di Jerman gratis?
A: Ya dan tidak, karena di beberapa Bundesland sudah ada Universitas yang kembali menerapkan Studiengebühren kepada mahasiswanya.

 Q: Ada juga Universitas yang mengharuskan mahasiswa bayar biaya sekitar 200 – 300 Euro setiap semesterannya, itu biaya apa? Itu Studiengebühr kah?
A: Itu disebut dengan Semesterbeitrag yaitu biaya yang harus dibayar oleh mahasiswa setiap semesternya. Biaya tersebut mencakup Studierendenwerksbeitrag (dialokasikan untuk makanan di Mensa, Studentenwohnheim, dll), Studierendenschaftsbeitrag, Semesterticket (biar kamu bisa naik bus gratis dan ga lagi jadi penumpang gelap :p) dan Studienausweis.

Q: Terus kalau biaya semesterannya murah begitu, kenapa yang diminta malah 8040 Euro? Itu banyak loh, uang semua, ga mix pake daun, jadi 8040 Euro itu untuk apa?
A: Uang 8040 Euro itu untuk Lebenshaltungskosten kamu selama satu tahun di Jerman, kayak bayar sewa kamar, pulsa, makan, jalan-jalan, internet, dll sebulannya kurang lebih 670, malah menurut DAAD buat Lebenshaltungskosten mahasiswa sekarang jatohnya jadi 794 Euro per bulannya. Quelle: www.daad.de

Q: 8040 Euro kann banyak tuh, bisa ga kalau uangnya yang ada di rekening kita itu setengahnya atau sepertiganya dari 8040 Euro?
A: Ya dan tidak, tergantung kebijakan Ausländerbehörde masing-masing, jadi sebaiknya ditanyakan langsung ke Ausländerbehörde.

Q: Pernah denger yang namanya Verpflichtungserklärung, itu apa sih?
A: Verpflichtungserklärung adalah surat pernyataan yang memiliki kekuatan hukum yang digunakan sebagai pernyataan bahwa penjamin bertanggungjawab sepenuhnya terhadap orang yang dijamin selama orang yang dijamin melakukan suatu kegiatan (z.B. Sprachkurs, Studienkolleg, Studium, usw.) sampai kegiatan tersebut selesai.

Q: Kalau kegiatannya terputus ditengah jalan, berarti Verpflichtungserklärungnya tidak berlaku?
A: Tidak. Jadi harus bikin Verpflichtungserklärung yang baru.

Q: Katanya kalau ada Verpflichtungserklärung ga usah ada 8040 euro di rekening?
A: Iya dan tidak. Iya karena penjamin menjamin kelangsungan hidup orang yang dijamin selama studi misalnya. Jadi penjamin harus membiayai segala jenis tagihannya, seperti sewa rumah, uang semesteran, pulsa dll.

Q: Kalau misalkan penjamin hanya mau memberi Verpflichtungserklärung doing, tapi uangnya kita yang nyari sendiri, itu bias?
A: Bisa saja, selama pendapatan sebulan memenuhi kebutuhan sehari-hari (sewa rumah ga nunggak, asuransi kebayar, dll).

Q: Emang kalua sampai nunggak dan dapat Mahnung kenapa?
A: Kalau sampai kamu dapat Verpflichtungserklärung dari seseorang dan kamu terjerat kasus hukum seperti ngutang (termasuk utang GEZ) dan dapat Mahnung, yang kena masalah bukan hanya kamu sebagai tersangka pengutang, tapi juga penjamin yang memberi kamu Verpflichtungserklärung akan kena juga dampaknya. Makanya untuk dapet Verpflichtungserklärung itu sulit, sulit buat dapet kepercayaannya dari penjamin.

Q: Tapi ada nih kenalan yang mau bikinin Verpflichtungserklärung, cuma dia ga tahu gimana caranya, gimana dong?
A: Kalau kasusnya kayak gitu, kamu dan penjamin tinggal pergi ke Ausländerbehörde dimana kalian tinggal (kalau kamu dan penjamin kamu beda tempat tinggalnya maka Verpflichtungserklärung dibuat di kota tempat penjamin tinggal), bawa Reisepass dan Ausweis dari penjamin dan yang dijamin, bukti pendapatan selama 3 bulan terakhir, isi formulir untuk Verpflichtungserklärung (disediakan Ausländerbehörde) dan bayar biayanya sebesar 25,- Euro.

Q: Kalau yang bikin Verpflichtungserklärungnya orang tua yang tinggal di Indonesia bisa nggak?
A: Iya dan tidak. Tergantung Ausländerbehörde dimana kamu tinggal, jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan Ausländerbehörde setempat.

Q: Ausländerbehörde bilang aku boleh buat Verpflichtungserklärung dari orang tua di Indonesia, gimana kalau gitu caranya?
A: Orang tua kamu harus datang ke notaris, bikin surat pernyataan di atas materai dan di stempel oleh notaris yang isinya menyatakan bahwa orang tua kamu bersedia dan sanggup untuk membiayai finansial kamu selama studi di Jerman dengan biaya bulanan sejumlah berapa. Disurat tersebut harus tercantum nama jelas orang tua kamu, pekerjaannya, nomor identitas diri juga nggak lupa nama kamu yang merupakan orang yang dijamin. Kalau udah selesai, dokumen tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, beserta dengan slip gaji 3 bulan terakhir.

Slip gaji bisa diterjemahkan bisa juga nggak, secara itu nominal uang dan semua orang juga ngerti kalau urusannya uang tanpa harus diterjemahin 😊kalau udah gitu, tinggal kamu lampirin pas kamu ke Ausländerbehörde, jangan lupa Kontoauszug 3 bulan terakhir biar ada buktinya bahwa orang tua bener-bener ngirim uangnya. Q: Rekeningnya bisa rekening biasa atau harus deposito? A: Ada yang pakai rekening biasa tapi pihak Ausländerbehörde mengharuskan deposito sebagai syarat. Jadi si rekening tabungannya yang pakai Sperrvermerk (biar ga bisa diambil setiap saat mungkin ya).

 --Viel Glück--

Ditulis oleh: Vitri Indriyani
Share:
Powered by Blogger.

Recent

Breaking

Categories

Pages

Theme Support