AFA

Au Pair, FSJ, und Ausbildung aus Indonesien

Au Pair, FSJ, Ausbildung aus Indonesien

  • AFA butuh dukungan kalian!!

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Mari Support AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Ayo Dukung AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • AYO DUKUNG AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

  • Ayo Dukung AFA

    Ada banyak cara untuk support AFA: donasi 10 euro per tahun, menulis dan berbagi info serta pengalaman di portal ini, atau berkontribusi untuk proyek Buku AFA. Tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk info selengkapnya

Posts mit dem Label Ausbildung werden angezeigt. Alle Posts anzeigen
Posts mit dem Label Ausbildung werden angezeigt. Alle Posts anzeigen

Donnerstag, 4. Oktober 2018

Keluhan Calon AFA: Belajar Bahasa Jerman Secara Otodidak


“Aku gak punya uang untuk belajar bahasa jerman, gimana ya kak? Apa aku bisa belajar sendiri tapi aku tuh bolot banget otaknya kalo buat belajar?”

Ini salah satu keluhan yang paling sering terdengar dari calon AFA. Masalah ini sebenernya sudah banyak dibahas di beberapa blog tapi mungkin masih belum lengkap penjelasannya. Kali ini kita akan membahas belajar bahasa Jerman secara otodidak tanpa dasar pengetahuan sama sekali.

Sesungguhnya semua bahasa itu bisa dipelajari secara otodidak asal ada kemauan, rajin dan pantang menyerah. Di zaman yang sudah amat sangat modern ini kalian bisa dengan mudah belajar bahasa negara manapun dengan aplikasi di smartphone. Ada beberapa aplikasi yang bisa kalian gunakan, dan untuk yang sama sekali tidak tahu dasar bahasa Jerman bisa menggunakan Aplikasi Busuu.

Dalam aplikasi Busuu ini kalian akan belajar dari hal yang sangat awal seperti cara menyapa, cara memperkenalkan diri dan hal dasar lainnya. Di aplikasi ini juga banyak penjelasan yang diberikan tentang negara Jerman. Sayangnya grammatik yang diberikan hanya untuk level dasar saja, jika kalian ingin memperdalam grammatik kalian harus berbayar. Jika kalian sudah punya dasar bahasa jerman, kalian bisa melatih kemampuan dengan menggunakan aplikasi Duolingo.

Mungkin beberapa dari kalian merasa tidak lengkap belajar tanpa buku. Kalian bisa beli buku pengantar bahasa jerman di toko buku atau kalian bisa langsung membeli buku studio d A1.

Sayangnya buku studio d A1 sudah susah untuk didapatkan karena lembaga kursus sudah menggunakan buku Netzwerk. Tapi jangan khawatir, kalian bisa mencari buku bekas dan biasanya ada yang jual di beberapa e-commers atau bisa juga mendownload softcopy buku studio d a1. Pertajam pendengaran kalian dengan nonton youtube. Serial dari Nico’s Weg, Deutsch Plus, Jojo sucht das Glück dan masih banyak lagi bisa menjadi referensi kalian untuk belajar. Jangan lewatkan juga siaran belajar dari DW.com yang bisa kalian manfaatkan sebagai pengantar tidur. Setelah kalian terbiasa dengan bahasa jerman, sekarang saatnya kalian latihan berbicara! Tujuan belajar bahasa Jerman adalah agar kalian bisa berbicara bahasa Jerman. Tapi bagaimana bisa kita bicara bahasa Jerman sedangkan kita hanya belajar sendiri di rumah? Tenang, sekarang ada aplikasi Tandem.

Aplikasi ini diperuntukan bagi yang ingin belajar bahasa asing. Dengan aplikasi tersebut kalian bisa belajar langsung dari dengan native speakers. Kalian bisa chatting, telepon ataupun video call. Jadi apa kalian masih berpikir belajar bahasa itu harus keluar banyak uang? Ingatlah dimana kemauan disitu ada jalan. Jadi, kalau kalian hanya mengeluh tanpa berupaya untuk mencari jalan keluar, sama juga seperti menegakkan benang basah, hasilnya akan NOL. Jika yang lain bisa karena bersungguh-sungguh, begitu pun kalian, juga pasti bisa.

Tetap semangat!
Share:

Sonntag, 30. September 2018

Ausbildung lewat Agen

AUSBILDUNG LEWAT AGEN


Halo halo, ini tulisan pertama aku selama tinggal di Jerman. Kali ini aku pengen nulis mengenai Ausbildung lewat AGEN. Zaman sekarang ini, siapa sih yang gak tau dengan Ausbildung? Program magang selama tiga tahun di jerman dengan berbagai bidang yang disediakan. Mulai dari bidang kesehatan, Teknik, Komputer, Pariwisata dan banyak bidang lainnya yang ditawarkan. Tentunya info Ausbildung lewat agen ini sudah sangat marak dikalangan pemuda pemudi Indonesia yang ingin sekali merasakan tinggal dan bekerja di negara tempat Pak Habibie menuntut ilmu ini. Ini juga mungkin adalah salah satu jawaban bagi orang orang yang kurang mampu secara materi untuk tinggal dan merasakan hidup ditanah Eropa.

Dibandingkan melamar Ausbildung secara mandiri, dengan berbagai kesulitan yang ada pastinya temen-temen semua bakalan memilih cara yang lebih instan. Lewat Agen. Tanpa perlu repot dengan berkas-berkas dan lainnya, kita bisa tinggal terbang ke Jerman.

Berbeda halnya dengan melamar secara mandiri. Mulai dari dokumen-dokumen yang harus disediakan sesempurna mungkin, itupun tidak banyak perusahaan Jerman yang mau menerima kalau kita masih berada di Indonesia. Memang ada, tetapi tidak banyak. Kebanyakan perusahaan Jerman memprioritaskan yang sudah berada di Jerman dengan alasan proses yang lumayan ribet. Tidak hanya sampai disitu, kalau pun misalnya diterima dan tiba saatnya pengurusan Visa, kita akan tetap di persulit oleh si petugas, dengan meminta uang sekian Euro sebagai jaminan di bank. OMG. Inilah yang aku rasakan ketika melamar Ausbildung secara mandiri. Dua bulan setelah semua proses Ausbildung mandiriku, dapatlah informasi bahwa sekarang Ausbildung bisa lewat agen. Yeay. Hanya dengan mengirimkan Curiculum Vitae, riwayat hidup dan Sertifikat bahasa. Akhirnya aku bisa angkat-angkat kaki bersantai manja tanpa perlu memikirkan segudang proses.

Setelah mengirimkan semua dokumen yang diminta, aku hanya tinggal menunggu waktu untuk pengurusan visa. Visa keluar, dan akhirnya aku berangkat ke Jerman. Sungguh instan bukan ? Sebenarnya aku sangat senang sekali akhirnya bisa sampai di jerman, tapi dibalik kesenanganku itu ada terselip rasa jengkel. Menurutku, dengan semua kemudahan yang ini, banyak orang yang tidak lagi tau apa itu yang namanya proses. Tidak tau bagaimana sakitnya berjuang untuk tinggal di Eropa ini seperti yang dilakukan orang orang yang lebih dulu tinggal di Jerman ataupun orang orang yang pernah berjuang mati matian untuk bisa tinggal di jerman. Ditambah lagi dengan disediakannya kursus gratis untuk mereka yang ingin ke Jerman tetapi terhalang kerena Dana. Dari Informasi yang aku kumpulkan, Ausbildung lewat agen ini lebih banyak di bidang Pariwisata. Seperti perhotelan, koki, restoran, hausekeeping dll, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk ausbildung dibidang IT dan kesehatan.

Dari beberapa informasi yang berhasil aku kumpulkan. Baik itu dari pengalaman teman teman seperjuangan sampai dari mereka yang sering curhat mengenai sejuta masalah yang mereka hadapi. Tidak lain dan tidak bukan sudah pasti faktor bahasa. Banyak dari kita, saking inginnya berangkat ke Jerman, sampai kita lupa mempersiapkan diri bagaimana nantinya bisa bertahan di Jerman. Kita hanya memikirkan cara yang instan untuk datang, tapi banyak dari kita lupa, bahwa kalau kita sudah terkena masalah di Jerman, pulangnya juga akan instan. Aku punya seorang teman, sebut saja namanya si Fufun dan si Dadang. Si Fufun ini dia memlilih untuk Ausbildung di bidang kesehatan. Awal awal di Jerman dia merasa baik baik saja. Mengenai bahasa pastinya semua orang indonesia yang baru tiba di Jerman memiliki masalah dengan itu. Tapi di bulan ketiga, sebelum masa percobaannya berakhir, dia dipanggil ke kantor. Bosnya bilang "Kamu di pecat, ini tiket pulang kamu ke indonesia sudah kami belikan". Dia langsung takut dan panik. Bagaimana mungkin harus pulang.

Dengan informasi yang minim, ia akhirnya harus pulang ke Indonesia. Padahal banyak cara yang ia bisa lakukan agar tetap bisa tinggal di Jerman. Yang ke dua, laki laki, Dadang. Berangkat ke Jerman dengan hanya bermodalkan bahasa Jerman dasar. Juga harus pulang dengan cara yang sama. Ada juga yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh bosnya di tempat ia bekerja. Bekerja lebih dari standar dan juga tidak pernah dikasih hari libur. Kita tidak hanya memiliki masalah dengan budaya, bahasa, tetapi juga dengan lingkungan kerja kita. Banyak dari teman-teman yang sama sekali belum pernah bekerja akan merasakan bagaimana sakitnya lingkungan kerja itu. Di salahkan atas sesuatu yang tidak kita perbuat, dimarahi bahkan sampai dimaki maki didepan semua orang. Itu biasa bagi sebagian orang. Tapi bagi sebagian orang juga itu sesuatu hal yang menyakitkan. Itulah yang sering kurasakan selama dalam masa percobaan kemarin. Selalu hanya bisa diam dan meminta maaf. Padahal terkadang kita tidak melakukan apa-apa. Tapi yang pasti apapun itu kita ambil dampak positif nya aja.

Saranku buat temen temen yang masih di Indonesia, bahasa dan mental adalah hal yang utama kalau mau mengikuti Ausbildung di Jerman. Jangan sampai mimpi yang sudah kita rajut dari Indonesia, tapi tidak satu pun terwujud karena persiapan yang kita lakukan untuk menggapai mimpi kita itu belum cukup matang. Dari semua yang telah aku ceritakan tadi, itu hanya pengalaman dari  beberapa teman yang nasibnya kurang beruntung. Tapi, Tentu tidak semuanya seperti itu, banyak yang buntung, lebih banyak lagi yang beruntung. Aku dan teman teman satu keberangkatan mungkin salah satu dari yang beruntung itu :)

Salam

Hadi Sukron
Share:

Freitag, 14. September 2018

Studium Setelah Ausbildung

 Studium Setelah Ausbildung



Hallo teman-teman, mumpung ada waktu luang ni dan mau berbagi informasi serta menjawab pertanyaan beberapa orang yang masuk. Apa itu Fernstudium dan apa berufsbegleitendes Studium. Buat kamu yang sudah lulus Ausbildung dan bekerja, akan tetapi mau melanjutkan bidang yang digeluti serta mau kuliah, maka ada caranya, yakni bisa vollzeit Studium dimana seperti layaknya kuliah biasa. Atau bisa Fernstudium atau berufsbegleitendes Studium, dimana tetap bisa bekerja sesuai bidang Ausbildung. Adapun syarat syaratnya yakni tentu harus sudah selesai Ausbildung. Kebanyakan Uni atau Fachhochschule meminta pengalaman kerja setelah Ausbildung 2 atau 3 tahun. Akan tetapi ada juga Hochschulen yang tidak meminta pengalaman dikarenakan jurusan Ausbildung sesuai sama jurusan kuliah. Ini silahkan ditanya ke masing2 Hochschulen yang dituju. Kebanyakan memang sekolahnya swasta atau disebut private Fachhochschulen. Ini merupakan kesempatan buat kamu yang lulus Ausbildung tetapi tidak punya Abitur. 


Fernstudium artinya dimana kamu kuliah secara online dan hanya datang pada saat ujian ujian tertentu ke Prüfungsort. Kalau berufsbegleitendes Studium artinya kamu kuliah di salah satu tempat dan tetapi bekerja di bidang yang sama. Datang ke kuliah hanya 2 atau 3 kali seminggu. Atau bahkan 2 atau 3 kali sebulan. Biasanya jadwal kuliah sudah diberi selama satu tahun kedepan. Dimana kamu bisa mencocokkan dengan jadwal kerja kamu. Umumnya tempat kerja akan berusaha dimana kamu kuliah akan diberi libur. Maka dari itu, berufsbegleitendes Studium harus dibicarakan sama tempat kerja. Dan pada umumnya kamu harus mengurangi jadwal kerja agar jadwalnya bisa diatur. Sehingga bekerja tidak Vollzeit akan tetapi Teilzeit. Namun tidak menutup kemungkinan untuk Vollzeit jika tempat kerja menyetujui. Jadwal yang bentrok bisa diakali dengan mengambil Urlaub atau mengambil jatah Bildungsurlaub (jedes Bundesland ada aturannnya. Biasanya 5 hari setahun). Lama kuliahnya tergantung jurusan dan di FH mana kamu kuliah. 


Silahkan google FH yang kamu mau. Ada banyak sekali FH swasta yang menyediakan kuliah dua jenis ini. Untuk Hochschulen yang negeri tidak lah banyak. Tetapi ada juga. Misalnya bisa online studium yang bekerja sama dengan uni München. Oiya jenis studi ini biasanya harus bayar. Karena kuliahnya swasta...


Pastikan sebelum mendaftar bertanya berapa lama Berufserfahrung yang harus ada setelah ausbildung selesai. Dan apakah C 1 atau testDaf yang diwajibkan. Silahkan bertanya ke Studiumberatung FH yang dituju...


PS: Walau tidak begitu penting, tapi semoga membantu buat kamu yang ingin Weiterbildung setelah Ausbildung, misalnya seperti saya dari Heilerzeihungspfleger-Ausbildung lanjut studi Sozialpädagogik.


Ditulis oleh : Ragil Andi Mahardika
Share:
Powered by Blogger.

Recent

Breaking

Categories

Pages

Theme Support