Tanggal 30 Agustus hari dimana aku keluar dari rumah Host mom, pada saat siang hari. Atmosphere yang tidak nyaman pun mulai terasa. Host mom ku ini entah kenapa pada saat hari di mana aku akan pergi dia mencari-cari kesalahan ku sehingga dia mempunyai alasan untuk memarahi ku. Jujur saja tidak nyaman seperti ini. Pada pagi hari sebelum aku pergi aku menitip kan barang-barang ku di teman Aupair yang berasal dari Ukraine. Dia teman baik ku di Hannover kami saling kenal karna kami satu tempat kursus. Aku selalu berbagi cerita dengan nya sedih senang tentang pengalaman kami menjadi Aupair di Germany. Dia juga punya impian yang sama dengan ku untuk bisa study kembali disini. Tidak di pungkri banyak orang yang rela datang ke Germany untuk study karna negara ini menjadi negara favorit untuk study.
Di sore hari aku kembali ke rumah keluarga angkat ku dan segera berpamitan dengan nya. Aku tau perasaan yang tidak enak dan takut juga menghampiri ku tapi di satu sisi aku senang karna masa Aupair telah selesai. Pada hari yang sama aku juga berpamitan dengan teman ku Katja(Aupair Ukraine) Katja merasa sedih karna aku harus pergi tetapi dia senang karna aku bisa keluar dari keluarga angkat ku. Dia berharap kita dapat sering bertemu walaupun berbeda kota. Pada awal bulan september aku memulai volunteer program di Kindergarten setelah selesai dengan Program Aupair berharap ini peluang baik untuk ku karna selain bisa belajar direct mengenai anak-anak, kultur juga bahasa, aku juga belajar mengenai bagaimana cara berinteraksi dengan orang-orang jerman di sekitar tempat kerja ku dan aku senang bisa mendapatkan pengalaman international di akhir program ini, berharap dapat menjalankan dengan baik dan belajar mengenai banyak hal.
Terhitung satu bulan mulai dari sekarang aku sudah menjalani volunteer program di Kindergarten Perasaan campur aduk tapi senang karna berjalan baik semua hanya saja harus mengerti bahasa anak dan membaca body language anak. Di Kindergarten aku membantu para Erziherin dengan jumlah 8 anak. Anak-anak yang berada di Gruppe ku berasal dari berbeda negara dan mereka mempunyai problem dengan bahasa jerman, mereka juga harus belajar sekaligus 2 bahasa yaitu muttersprache mereka dan deutsch sprache di Kindergarten, aku mengakui ini agak cukup sulit untuk mereka sehingga setiap hari harus melakukan sparchtherapy selama 30 menit untuk setiap anak. Anak-anak ini cukup unik bagi ku karna mereka tidak saja membawa kultur berbeda tetapi kami mempelajari dan menghargai satu sama lain. Aku senang dapat berkerja pada atmosphere yang baik dan support satu sama lain dalam satu team dengan para Erzieherin. Aku berharap setelah program ini selesai dapat merencanakan study kembali atau melakukan Ausbildung dan semoga saja dapat berjalan dengan baik di masa depan nantinya.
Ini kisah ku sedikit yang ingin di share kepada kalian yang ingin melakukan sesuatu di luar zona nyaman kalian untuk melakukan tantangan dalam hidup dan pengalaman untuk hidup di negara Eropa.










